KemenPPPA Kecam Kasus Penganiayaan Balita oleh Pacar Tante hingga Meninggal
4 mins read

KemenPPPA Kecam Kasus Penganiayaan Balita oleh Pacar Tante hingga Meninggal

Seorang balita, H (3), meninggal dunia setelah dianiaya pria bernama Risqi Ariskalaki (29). Risqi merupakan pacar tante korban. Balita selanjutnya sempat menjalani perawatan intensif di tempat tinggal sakit. Korban mengalami patah leher dan koma akibat penganiayaan hingga selanjutnya tutup usia.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengemukakan belasungkawa. Deputi Perlindungan Khusus Anak, Nahar, menjelaskan telah laksanakan koordinasi bersama Unit Pelayanan Terpadu Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) DKI Jakarta dan Polres Metro Jakarta Timur mengenai perihal itu.

KemenPPA, kata Nahar, meyakinkan agar pelaku bisa diadili sesuai bersama ketentuan yang berlaku. Serta keluarga korban beroleh pendampingan hukum serta pendampingan psikososial sebagai penguatan bagi keluarga.

“KemenPPPA mengecam persoalan penganiayaan terhadap korban HZ yang berusia 3 (tiga) tahun oleh kekasih tantenya hingga menyebabkan kematian. Seharusnya seorang wali yang dititipkan amanah untuk memelihara anak bisa memberi tambahan dukungan dan pemenuhan hak bagi mereka,” kata Nahar didalam keterangannya, Minggu (17/12/2023).

“Melakukan tindak kekerasan kepada anak siapapun tidak bisa dibenarkan, dan dapat beroleh hukuman sesuai bersama ketentuan yang berlaku. KemenPPPA dapat terus laksanakan koordinasi bersama stakeholder mengenai untuk memantau persoalan ini agar pelaku bisa diadili dan keluarga korban bisa diberikan akses dukungan psikososial untuk bisa pulih,” sambungnya.

Nahar menyebutkan, berdasarkan hasil koordinasi, balita H sempat dirawat di Ruang PICU Rumah Sakit Polri Kramar Jari sejak 8 Desember 2023. Namun kondisinya terus memburuk, hingga selanjutnya mengembuskan napas paling akhir terhadap Jumat (15/12).

Jenazah balita H, kata Nahar, dibawa kepada orang tuanya di Provinsi Sumatera Selatan.

“Saat ini korban telah diberangkatkan dari RS Bhayangkara Tk. I Raden Said Soekanto (RS Polri Kramat Jati) menuju Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Kami telah memfasilitasi pemulangan jenazah korban ke tempat tinggal duka, dan memberi tambahan pendampingan dan dukungan psikososial terhadap ayah korban yang baru saja kehilangan,” ucap Nahar.

Baca juga:

Pelaku Serial Killer Dunia, Ada Kisahnya Menjadi Serial TV di Netflix

Sinopsis Film Jepang 2011: Himizu

Lebih jauh, Nahar menyebutkan pihaknya termasuk dapat berkoordinasi Polres Metro Jakarta Timur untuk mengawal sistem hukum yang sedang berlangsung. Di mana, di awalnya tante korban (SA), sempat menyebutkan bahwa kekasihnya (RA) tidak laksanakan kekerasan fisik dan berkilah korban jatuh dari tangga.

Namun setelah dikerjakan pemeriksaan, ditemukan video penganiayaan yang dikerjakan oleh RA.

“Atas penganiayaan yang dikerjakan sejak bulan November, RA kini telah diamankan oleh Polres Metro Jakarta Timur. Tindak penganiayaan yang dikerjakan oleh terlapor melanggar pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Berdasarkan perihal tersebut, terlapor bisa dikenai pidana penjara 15 (lima belas) tahun, ” tutup Nahar.

Balita H Meninggal

Sebelumnya, kabar meninggalnya balita H dilakukan konfirmasi oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Kramat Jati Brigjen Hariyanto. Hariyanto menyebutkan korban mengalami gegar otak berat akibat dianiaya pelaku.

“Iya, meninggal sore ini pukul 16.08 WIB,” kata Hariyanto selagi dihubungi, Jumat (15/12/2023).

“Karena gegar otak berat dan memakai dukungan napas sejak masuk,” ungkapnya.

Pacar Tante Jadi Tersangka

Risqi Ariskalaki (29) ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan anak laki berinisial HZ (3) hingga patah leher dan koma. Korban merupakan keponakan pacar pelaku.

“Tersangka atas nama Risqi Ariskalaki, usia 29 tahun, tidak bekerja. Bertempat tinggal di Jalan Sawo, Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur,” kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Leonardus Simarmata kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (12/12/2023).

Leonardus menyebutkan pihaknya telah mengumpulkan sejumlah barang bukti berbentuk visum et repertum, 1 setel pakaian korban, dan rekaman video penganiayaan korban.

Polisi termasuk telah memeriksa lima saksi, yaitu pelapor, ketua RT, tante korban, pemilik kontrakan, dan tetangga korban.

Akibat tingkah laku jahatnya, Risqi dijerat Pasal 76 C juncto Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 mengenai Perlindungan Anak dan Pasal 351 KUHP.

“Ancamannya 15 tahun penjara,” jelasnya.

Risqi ditahan dan di check polisi untuk ditambah berkas perkaranya dan dilimpahkan ke kejaksaan hingga dibawa ke meja persidangan. Risqi dikira menganiaya korban di tempat tinggal kontrakan di Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, sejak awal November 2023.