1 min read

Kisah Ulama yang Ibadah Haji Digantikan Malaikat, Tanpa ke Tanah Suci

Ibadah haji cuma bisa dijalankan di Tanah Suci setiap bulan Dzulhijjah. Bagi umat Nabi Muhammad SAW, menunaikan ibadah haji yaitu penyempurna Rukun Islam.

Seandainya menilik sejarahnya, permulaan mula pelaksanaan ibadah haji masih menjadi ikhtilaf di antara ulama. Syekh Khatib as-Syarbini dalam kitab Mughnil Muhtaj menyebut, beberapa ulama berpendapat jika ibadah tersebut telah sering kali dijalankan sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Para ulama juga berbeda anggapan ihwal permulaan mula disyariatkannya ibadah haji kepada umat Islam. Ada yang mengatakan ibadah haji diwajibkan sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Ada pula yang menyebut pada tahun kesepuluh Hijriah.

Pendapat lain mengatakan ibadah haji mulai diwajibkan pada tahun keenam sesudah hijrah. Menurut Syekh Khatib as-Syarbini, anggapan terakhir ini yaitu yang paling masyhur dan disepakati di kalangan para ulama.

Terlepas dari ikhtilaf ulama, pada intinya menunaikan haji yaitu ibadah yang didambakan oleh mayoritas slot mahjong umat Islam. Beruntunglah bagi mereka yang telah dipanggil Allah untuk ke Tanah Suci menjalankan Rukun Islam terakhir.

Berkaitan haji, ada satu kisah menarik yang penuh hikmah. Kisah ini datang dari ulama besar yang familiar dengan ahli fiqih dan hadisnya. Yaitu Abdullah bin Mubarak, yang ibadah hajinya digantikan oleh malaikat tanpa ke Tanah Suci.

Simak berikut kisahnya yang dikutip dari kitab An-Nawadir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah Al-Qulyubi.

Kisah Perjalanan Haji Abdullah bin Mubarak

Saat perjalanan ibadah haji menuju Tanah Suci, Abdullah bin Mubarak memperhatikan seorang perempuan yang mencabuti bulu itik di Kufah, salah satu kota di Irak. Langkahnya bahkan terhenti di kota tersebut.

Abdullah bin Mubarak mendekati perempuan itu dan bertanya, “Itu hasil sembelihan halal atau bangkai?”

Perempuan itu menjawab, “Ini bangkai dan saya memakannya bersama keluargaku.”

Abdullah bin Mubarak bahkan heran kenapa bangkai dikonsumsi. Meskipun jika disantap karenanya tata tertibnya yaitu haram. Ia bahkan memberitahu kepada perempuan itu. Tapi, perempuan itu bahkan mengusir Abdullah bin Mubarak.