Tawarkan Jasa Pemalsuan KTP sampai Ijazah di Medsos, Pria di Tanah Bumbu Ditangkap
4 mins read

Tawarkan Jasa Pemalsuan KTP sampai Ijazah di Medsos, Pria di Tanah Bumbu Ditangkap

Kepolisian Resor Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil membongkar tindak pidana pemalsuan dokumen yang dilaksanakan oleh seorang pemuda berinisial FA (28). Kepala Seksi Humas Polres Tanah Bumbu, AKP Ibrahim Made Rasa mengatakan, kasus ini terungkap setelah pelaku menawarkan keahliannya memalsukan dokumen di sarana sosial miliknya. Warga yang tertarik lantas mampu menghubungi pelaku lewat no handphone yang terpasang di sarana sosial milik pelaku.

“Pelaku menawarkan lewat sarana sosial setelah pelaku mendapat pesanan lewat WA HP pelaku. Setelah itu si pemesan dan pelaku setuju harga. Tergantung jenis dokumen apa yang dapat dipalsukan,” ujar AKP Ibrahim Made Rasa didalam keterangan yang diterima, Senin (1/8/2022).

Ibrahim mengungkapkan, pelaku punya keahlian memalsukan beraneka dokumen perlu untuk melacak keuntungan. “Diketahui pelaku sering membuat dan atau mencetak KTP dan SIM dan juga membuat akta kelahiran, Kartu Keluarga, Ijazah menjadi SD SMP SMA sampai S1,” ungkapnya. Karena niatnya melacak keuntungan, maka pelaku menempatkan tarif.Besarannya tergantung dokumen apa yang hendak dibuatkan oleh pemesan.

Dari seluruh jenis dokumen yang mampu di palsukan, Surat Izin Mengemudi (SIM) yang paling banyak pemesannya. Sementara untuk ijazah merupakan dokumen yang paling mahal tarifnya. “SIM C dan A tarifnya Rp 300 ribu selagi SIM BII Umum paling tinggi Rp 1,5 juta. Untuk ijazah tarifnya Rp 2,5 juta,” tambahnya. Selain dokumen perlu yang telah disebutkan, pelaku juga menerima jasa pemalsuan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), ID Card, slip gaji dan juga surat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Selain pelaku, sejumlah barang bukti berwujud berasal dari satu} dokumen, blanko dan alat pembuatnya kita amankan,” pungkasnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dapat dijerat pasal 263 KUHP mengenai pemalsuan surat-surat bersama dengan ancaman kurungan paling lama 6 th. penjara.

Hindari Perang, WN Ukraina Bayar Rp 31 Juta sehingga Punya KTP WNI di Bali

Seorang warga negara Ukraina, berinisial RK (37), diduga belanja kartu isyarat penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) berkewarganegaraan Indonesia di Bali seharga Rp 31 juta. Ia mengaku terpaksa melakukan perihal tersebut untuk menghindari perang yang disulut Rusia di negara asalnya. Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, WNA tersebut singgah ke Bali pertama ke Bali terhadap th. 2020 bersama dengan mengunakan visa kunjungan B.2.11.

“RK singgah pertama kali ke Indonesia th. 2020 bersama dengan obyek utama singgah ke Bali untuk menghindari perang Ukraina (dengan Rusia),” kata dia selagi dihubungi wartawan terhadap Jumat (10/3/2023). Satake mengatakan, kasus kepemilikan KTP palsu yang dikantongi WNA ini berawal disaat jaman berlaku visa kunjungan miliknya berakhir terhadap 5 Desember 2022. Dia lantas tidak punya niat untuk memperpanjang izin tinggalnya di Imigrasi dikarenakan telah mengantongi KTP yang diperoleh dari orang bernama Puji.

Baca Juga : 2 Pria di Deli Serdang Mencuri di Gereja, Pintu-Gas Dibawa Kabur

“KTP tersebut atas nama Alexandre Nur Rudi yang dibuat yang perihal kurang lebih bulan Oktober 2022 bersama dengan membayar Puji sebesar 31.000.000 dari jasa yang ditawarkan,” kata dia.
Satake mengatakan, WNA ini membayar untuk pembuatan KTP tersebut secara bertahap. Puji lantas menyerahkan dokumen kependudukan palsu tersebut kepada WNA ini terhadap 26 November 2022.

“Setelah lunas, lantas dua minggu terlapor pergi ke Dukcapil Badung bersama dengan Puji untuk melakukan perekaman sidik jari, foto dan rekam retina,” kata dia. Satake mengatakan, selagi ini pihak Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Bali masih memeriksa RK bersama dengan seorang WN Suriah, berinisial MZS (31), yang juga terjerat kasus serupa. Diberitakan sebelumnya, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Bali melakukan razia yustisi usai ramai di sarana sosial berkaitan ulah para WNA di Bali.

Dalam razia itu, petugas menangkap RK, di sebuah vila di Kuta, Badung, terhadap awal Maret 2023. Dia ditangkap dikarenakan tinggal melebihi batas selagi atau overstay di Bali. Setelah diperiksa, ternyata WN Ukraina ini juga mengantongi KTP WNI yang diduga palsu. Sebelumnya, terhadap pertengahan Februari 2023, Imigrasi juga menangkap seorang WN Suriah, MZS (31), bersama dengan kasus serupa di sebuah daerah penginapan di Denpasar.